ARUNG JERAM WONOSOBO
By : Ekondooz
ARUNG JERAM alias refting adalah kegiatan yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, petualangan, dan edukasi. Memang tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, bahkan orang tua yang berumur 60 tahun sekalipun.
Tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan arung jeram. Yang anda perlukan hanya kondisi fisik yang prima dan melakukan reservasi dua minggu sebelum kegiatan. Guna menunjang kegiatan dan agar kegiatan arung jeram yang akan anda ikuti lebih berkesan dan penuh makna.
Wonosobo selain daerah pegunungan juga salah satu daerah wisata alam yang sangat beraneka ragam selain wisata alam, agama, juga terdapat wisata air yaitu arung jeram tempat di sungai serayu yaitu sungai yang terpanjang di jawa tengah yang mata air pertamanya berasal dari pegunungan dieng yang bernama mata air bimolukar, selain di jadikan wisata sungai serayu juga di manfaatkan oleh beberapa orang untuk mengais rejeki dengan mengambil pasir di wilayah sungai,
Arung jeram wonosobo selain menjadi daya tarik olahraga dan wisata dikabupaten wonosobo sekarang sudah banyak kalangan menengah keatas mulai menyukai kegiatan ini selain asik juga menantang adrenalin dan dijadikan sebuah hiburan, dengan harga arung jeram atau rafting yang murah dan tentunya tidak meninggalkan fasilitas maupun layanan yang terbaik. Arung jeram di wonosobo pun mengutamakan pelayanan arung jeram atau rafting dan keselamatan karna "keselamatan adalah priyoritas yang utama", dengan orang yang telah terlatih khusus untuk melayani customer arung jeram atau rafting di kabupaten wonosobo. Semua peralatan arung jeram atau rafting yang sudah Standar Nasional indonesia (SNI).
Ayo kunjungi wisata Wonosobo dengan keindahan alamnya dan keanekaragaman budayanya di wilayah wonosobo..
Wisata Alam Wonosobo (pakuwojo)
By : Ekondooz
enomlanmumpuni.comPakuwojo...! mungkin nama itu agak asing di benak kalian, tapi ada ke indahan
yang sangat luar biasa yang disa kalian nikmati apa bila jalan-jalan di bukit
pakuwojo, pakuwojo yang sering di utakarakan warga masyarakat dieng ini konon
katanya merupakan pakunya wilayah jawa karena di tengah? bukit pakuwojo
terdapat batu yang besar menancap dengan gagahya membuktikan kokohnya, batu
besar itu berdiri di tengah bekas telaga
yang sudah mengering, ada 2 jalur yang bisa kita lewati untuk sampai ke puncak
pakuwojo, tapi mungkin perjalan ke pakuwojo lebih asik bisa lewat atas telaga
warna dengan pemandangan telaga warna dari atas dan batu-batuan yang berdiri
kokoh di kanan kiri jalan, perjalanan ini berkisar 1,5 Km dari dieng
plateu teater perjalanan melewati bebatuan
sampai lahan pertanian nah perjalanan kita akan di mulai di sini, perjalanan
kita akan melawati jalan yang kanan dan kirinya adalah pertanian dengan
perjalanan mencapai 1,5 jam mencapai puncak, atau bisa juga melalui desa pari
keset dengan perjalanan mencapai 2 jam selama perjalanan kita bisa menikmati
betapa segarnya udara di sekitar kita dengan tanpa polusi dan kebisingan.
Dengan ketinggian 2395 Mdpl pakuwojo menyajikan pemandangan
yang sangat luar biasa, di malam hari kita bisa menikmati gemerlapnya lampu
perkotaan wilayah wonosobo dan banjarnegara dengan di temani gemerlapnya
bintang-bintang di atas kita, pagi harinya kita bisa menikmati keindahan
matahari terbit yang begitu mempesona dengan keelokanya yang menampilkan sinar
hangatnya dengan perlahan dan begitu indah untuk di nikmati.
Pakuwojo ini merupakan bukit-bukit kecil di seputar gunung
dieng dan menjadi salah satu bukit yang begitu indah untuk di kunjungi, apa
bila cuaca cerah maka gunung gunung tinggi di jawa tengah seperti
sumbing,slamet,sindoro,merbabu,ungaran akan kelihatan begitu jelas dan indah.
di bukit pakuwojo pun sering dijadika ritual terbukti sering
ada bunga dan dupa di sekitar batu besar di bukit pakuwojo itu, maka dari itu
bagi anda yang suka traveling mungkin bisa mencoba untuk berkunjung ke salah
satu bukit yang berketinggian di DIENG
@warnoeadjah @ekondooz @hendrik_kepleng
Di Sumowono, Purworejo Bila Berhubungan Seks Wanita Harus Bayar
By : Ekondooz
Siapa yang tak tahu kota Purworejo yang berjarak sekitar 75 km dari Yogyakarta. Memang untuk saat ini kesana dari Yogya harus berkendara sekitar 3 jam karena sedang pembangunan flyover di ujung ring road Jogja. Di pinggiran kota purworejo ada sebuah desa yang menarik untuk kita ulas, bernama sumowono yang bisa kita masuki lewat kota purworejo atau bisa juga lewat Godean. Desa yang terkenal dengan pemandangan Bukit Menorehnya ini sangat seksi untuk kita bicarakan pagi ini sambil menyerumput kopi.
Desa ini adalah desa proyek percontohan kemitraan antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan 24 orang penduduk desa yang mendapatkan bantuan kambing etawa. Kemitraan ini sudah berlangsung 1,5 tahun, waktu itu penduduk menerima pinjaman dari Jasa Raharja masing-masing Rp 15 juta. Bunganya hanya enam persen setahun. Tiap orang bebas menentukan strateginya sendiri. Boleh membeli lima kambing kecil-kecil, boleh juga membeli tiga kambing yang sudah besar.
Lho apa hubungannya cerita seksi dengan kambing? hehe. Begini, salah seorang penerima bantuan tersebut adalah Marwan , strateginya membeli tiga kambing etawa: dua induk dan satu calon induk. Ketika menteri BUMN berkunjung Marwan yang suka bercanda, bercerita : “Kalau terjadi hubungan seks di sini, pihak wanitanya yang harus bayar,” ujar Warman. “Sekali hubungan Rp 50.000,” tambahnya. Dengan strateginya itu selain mendapat penghasilan tambahan, kambingnya pun sudah 14 ekor. Luar Biasa. Di desa ini ada tiga pejantan tangguh salah satunya dipelihara oleh kelompok peternak Ngudi Luwih.
Semua penerima bantuan sekarang sudah berhasil seperti Marwan. Harga kambing ewata ini bisa mencapai 10 juta per ekor. lho kok bisaa? Karena Kambing etawa adalah kambing yang dipelihara bukan karena dagingnya, tapi karena kecantikannya. Tubuhnya tinggi (90 cm), besar, indah, dan bulunya (khususnya bulu panjang yang tumbuh di bagian pantatnya) sangat seksi. Bentuk wajahnya manis seperti ikan lohan. Telinganya panjang menjuntai dengan bentuk yang mirip hiasan di leher. Harga susunyapun mahal Rp. 15000/liter.
Di Purworejo ini juga ada pasar terbesar kambing erawa. Disini dijual hampir 700 ekor kambing erawa setiap harinya. Disini juga ada salon kambing erawa bagi mereka yang ingin mempercantik tanduk kambingnya atau yang ingin memotongkan kuku kambing mereka.
Penyakit kambing erawa yang paling ditakuti adalah kanker payudara. Karena itu peternak harus rajin meraba-raba payudara kambing mereka. Begitu payudara itu terasa lebih panas dari suhu tangan yang meraba, haruslah segera disuntik. Kalau tidak, payudara itu akan mengeras, membiru, dan tidak sampai seminggu akan mati.
Tapi yang paling menentukan adalah kemampuannya memproduksi anak. Untuk itu peternak harus hafal kapan kambingnya mulai birahi. Ini bisa dilihat dari kemaluannya yang memerah, atau yang sepanjang malam gelisah, tidak mau tidur dan terus mengembik. Kalau sudah begini, peternak harus segera membawanya ke pejantan untuk dikawinkan. Pemiliknya harus selalu mengintip. Ini untuk memastikan apakah perkawinan sudah terjadi. Biasanya tidak lama. Dalam waktu setengah jam, perkawinan sudah terjadi dua kali. Cukup. Betinanya segera dikeluarkan dan dibawa pulang. Tentu setelah membayar Rp 50.000. Setengah bulan kemudian, kalau belum terjadi tanda-tanda kehamilan, sang betina dikawinkan lagi. Kali ini gratis!
Nah, proyek -proyek pemerintah semacam ini sangat banyak dipedesaan dengan berbagai macam model. Peternak, petani sangat terbantu dengan proyek kemitraan ini. Belum lagi program-program pemerintah daerah berupa bantuan modal, pengembangan dan lain-lain. Oleh karenanya daripada menjadi gelandangan di kota-kota besar, menjadi model iklan kemiskinan di perkotaan mending pulang kampung!
Ayo, balek kampung!
Desa ini adalah desa proyek percontohan kemitraan antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan 24 orang penduduk desa yang mendapatkan bantuan kambing etawa. Kemitraan ini sudah berlangsung 1,5 tahun, waktu itu penduduk menerima pinjaman dari Jasa Raharja masing-masing Rp 15 juta. Bunganya hanya enam persen setahun. Tiap orang bebas menentukan strateginya sendiri. Boleh membeli lima kambing kecil-kecil, boleh juga membeli tiga kambing yang sudah besar.
Lho apa hubungannya cerita seksi dengan kambing? hehe. Begini, salah seorang penerima bantuan tersebut adalah Marwan , strateginya membeli tiga kambing etawa: dua induk dan satu calon induk. Ketika menteri BUMN berkunjung Marwan yang suka bercanda, bercerita : “Kalau terjadi hubungan seks di sini, pihak wanitanya yang harus bayar,” ujar Warman. “Sekali hubungan Rp 50.000,” tambahnya. Dengan strateginya itu selain mendapat penghasilan tambahan, kambingnya pun sudah 14 ekor. Luar Biasa. Di desa ini ada tiga pejantan tangguh salah satunya dipelihara oleh kelompok peternak Ngudi Luwih.
Semua penerima bantuan sekarang sudah berhasil seperti Marwan. Harga kambing ewata ini bisa mencapai 10 juta per ekor. lho kok bisaa? Karena Kambing etawa adalah kambing yang dipelihara bukan karena dagingnya, tapi karena kecantikannya. Tubuhnya tinggi (90 cm), besar, indah, dan bulunya (khususnya bulu panjang yang tumbuh di bagian pantatnya) sangat seksi. Bentuk wajahnya manis seperti ikan lohan. Telinganya panjang menjuntai dengan bentuk yang mirip hiasan di leher. Harga susunyapun mahal Rp. 15000/liter.
Di Purworejo ini juga ada pasar terbesar kambing erawa. Disini dijual hampir 700 ekor kambing erawa setiap harinya. Disini juga ada salon kambing erawa bagi mereka yang ingin mempercantik tanduk kambingnya atau yang ingin memotongkan kuku kambing mereka.
Penyakit kambing erawa yang paling ditakuti adalah kanker payudara. Karena itu peternak harus rajin meraba-raba payudara kambing mereka. Begitu payudara itu terasa lebih panas dari suhu tangan yang meraba, haruslah segera disuntik. Kalau tidak, payudara itu akan mengeras, membiru, dan tidak sampai seminggu akan mati.
Tapi yang paling menentukan adalah kemampuannya memproduksi anak. Untuk itu peternak harus hafal kapan kambingnya mulai birahi. Ini bisa dilihat dari kemaluannya yang memerah, atau yang sepanjang malam gelisah, tidak mau tidur dan terus mengembik. Kalau sudah begini, peternak harus segera membawanya ke pejantan untuk dikawinkan. Pemiliknya harus selalu mengintip. Ini untuk memastikan apakah perkawinan sudah terjadi. Biasanya tidak lama. Dalam waktu setengah jam, perkawinan sudah terjadi dua kali. Cukup. Betinanya segera dikeluarkan dan dibawa pulang. Tentu setelah membayar Rp 50.000. Setengah bulan kemudian, kalau belum terjadi tanda-tanda kehamilan, sang betina dikawinkan lagi. Kali ini gratis!
Nah, proyek -proyek pemerintah semacam ini sangat banyak dipedesaan dengan berbagai macam model. Peternak, petani sangat terbantu dengan proyek kemitraan ini. Belum lagi program-program pemerintah daerah berupa bantuan modal, pengembangan dan lain-lain. Oleh karenanya daripada menjadi gelandangan di kota-kota besar, menjadi model iklan kemiskinan di perkotaan mending pulang kampung!
Ayo, balek kampung!

